Archive:
Showing posts with label sdm. Show all posts
Berdasarakan Instruksi Dirjen Bimas Islam Nomor DJ.II/369 Tahun 2013 tentang Penerapan Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH) pada Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan, dimana seluruh Kantor Urusan Agama Kecamatan di seluruh Indonesia sejak tanggal 3 April 2013. Dalam Intruksi yang ditandatangani oleh Direktur Jendral Bimas Islam, Prof. Dr. H. Abdul Jamil, MA, tersebut, beliau memerintahkan Seluruh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi di seluruh Indonesia untuk memerintahkan seluruh Kepala Kantor Urusan Agama dalam wilayahnya masing-masing untuk menerapkan Aplikasi SIMKAH dalam pelayanan Nikah Rujuk. Dalam hal pemanfaatan dan pengelolaan simkah telah kami beritakan sebelumnya yang dapat anda lihat di website ini (klik disini).
Dalam menindaklajuti permasalahan tersebut, sesuai yang telah dijadwalkan, Selasa 2 Juli 2013, KUA Kecamatan Mapilli dan KUA Kecamatan Balanipa Kabupaten Polewali Mandar melakukan sharing pengalaman dan pengetahuan dalam pengoperasian, pengelolaan, serta kendala-kendala dari permasalahan yang dihadapi selama memanfaatkan aplikasi tersebut sebagai bagian dari Pelayanan nikah dan rujuk di KUA. Kegiatan ini dilaksanakan di KUA Kecamatan Balanipa Kabupaten Polewali Mandar yang dihadiri oleh Kepala KUA Balanipa (H.M Ya’KUB, S.Pd.I) beserta jajarannya, dan Kepala KUA Kecamatan Mapilli (Ibrahim, S.Ag) beserta staff. Seperti yang kami ketahui, bahwa mengitegrasikan aplikasi simkah sebagai bagian Pelayanan administrasi nikah dan rujuk di Provinsi Sulawesi Barat masih sangat minim demikian juga pada ruang lingkup Kabupaten Polewali Mandar masih terdapat 2 (dua) KUA yang telah menerapkan sistem administrasi berbasis teknologi ini menjadi bagian dari pelayanan mereka, Yakni KUA Balanipa dan KUA Mapilli. Kegiatan ini juga pernah dilakukan di KUA Campalagian namun masih tahap sosialiasi sekaligus latihan pengoperasian.
Dilaksanakannya sharing pengalaman dan pengetahuan pengelolaan simkah bertujuan untuk lebih meningkatkan pemahaman serta mampu berkontribusi terhadap perkembangan KUA itu sendiri baik dari segi pelayanan maupun dari segi administrrasi kantor. Sehingga dari pemanfaatan dan pengelolaannya, diharapkan menciptakan iklim kerja yang lebih baik, tertata, efesien, dan terkoordinir. (red. penyuluh)
Pelaksanaan kegiatan lomba
Penyuluh Agama Teladan Tingkat Provinsi Sulawesi Barat yang berlangsung pada
hari Jum'at 31 Mei 2013 tepatnya di lokasi
Masjid Babun Nikmah Panti asuhan H.S. Muhdar Desa Bonne-Bonne Kec. Mapilli Kab.
Polewali Mandar berjalan sebagaimana yang diharapkan. Lomba ini dilakukan
sesuai proses dan prosedur pelaksanaannya, dimana lomba tersebut berawal dari hasil
seleksi dari tiap-tiap kabupaten (tingkat kabupaten) se Provinsi Sulawesi Barat.
Dari hasil seleksi/lomba tersebut nantinya akan menjadi utusan untuk ikut dalam
lomba tingkat provinsi, sedangkan yang terpilih sebagai utusan/perwakilan dari
Kabupaten Polewali Mandar untuk tingkat provinsi nantinya adalah Sahidah, S.Ag yakni utusan dari Kecamatan Mapilli berdasarkan hasil
uji kempetensi dari tim penilai tingkat kabupaten/provinsi.
Kepala Kantor Kementerian
Agama Kab. Polewali Mandar dalam sambutannya pada lomba penyuluh agama Islam Tingkat.
Provinnsi Sulbar, mengharapkan kepada para penyuluh Fungsional agar lebih
meningkatkan kinerjanya dan menjalin hubungan kerjasama dengan lintas sektoral,
sebagaimana yang terjadi di wilayah Kec. Mapilli, ini dibuktikan dengan partisispasi ibu Camat, Lurah, Kepala Desa,
tokoh masyarakat, tokoh Agama, dan Tokoh Pemuda kecamatan Mapilli. Camat
Mapilli yang dalam sambutannya sangat
berterimah kasih kepada penyuluh agama Fungsional/Honorer yang ada di wilayah
kec. Mapilli dan merasa sangat terbantu dalam hal peningkatan kegiatan
keagamaan seperti Majelis Taklim, TPA/TPQ dan kegiatan keagamaan yang ada
diwlayah kec. Mapilli dan semua ini lanjut beliau terlaksana berkat kerjasama
dan koordinasi yang harmonis dengan Kepala KUA Kec. Mapilli yang dipimpin
langsung oleh Bapak Ibrahim H, S.Ag.
Penilaian lomba penyuluh
Agama Islam Teladan Tingkat Provinsi Sulbar juga dihadiri oleh Kepala KUA Kec.
Mapilli, Ketua MUI Kec. Mapilli, Drs. KH. Rahim Djalawali, Pimpinan panti
Asuhan HS. Muhdar Hj. Syarifa Tenriampa, SE, Para penyuluh Agama Fungsional
Kab. Polman, Staf Kemenag Kab. Polman Para Staf KUA Kec. Mapilli, Penghulu, pengurus
dan anggota Majelis Taklim se Kec. Mapilli.
Pada proses pelaksanaan lomba
penyuluh teladan tingkat provinsi ini sedikit alot dan menegangkan, karena tim penilai
dari Provinsi Sulbar yang dikoordinir oleh Bapak Drs. H. Muflih BF, MS.I, sangat
selektif dari setiap peserta lomba dan ini dilakukan sesuai urutan yang telah ditetapkan.
Salah-satu penilaian lomba tersebut adalah dengan mempresentasikan makalah dari
Penyuluh itu sendiri, kemudian dilakukan dialog dan tanya-jawab dari tim
penilai berdasarkan presentasi yang telah dipaparkan sebelumnya. Adapun tim
penilai dari provinsi tersebut diantaranya; Bapak Drs. Fajrul. MSI, Bapak
Syamsumarlin. LC Bapak Syukri Mondang, dan Bapak Drs. H. Dahri, M.SI. ![]() |
| Sahidah, S.Ag |
SIMKAH adalah singkatan dari “Sistem Informasi Manajeman Nikah” sebuah program Aplikasi Komputer berbasis Windows yang berguna untuk mengumpulkan data-data Nikah dari seluruh Kantor Urusan Agama (KUA) di Wilayah Republik Indonesia secara online maupun offline, data akan tersimpan dengan aman di KUA setempat, di Kabupaten/Kota di Kantor Wilayah Propinsi dan di Bimas Islam. Data-data tersebut berguna untuk membuat berbagai analisa dan laporan sesuai dengan berbagai keperluan.
Ada 2 tujuan utama yang hendak dicapai adalah:
Ada 2 tujuan utama yang hendak dicapai adalah:
1. Diperlukan sistem penyeragaman Data
2. Diperlukan Backup Data yang terintegrasi.
Penyeragaman data diperlukan karena diharapkan data dapat lebih efektif dan efisien sehingga penangannya lebih mudah apalagi melalui suatu program yang memadai. Diperlukannya backup data adalah upaya untuk menyelamatkan dan menghimpun data dari berbagai masalah yang dihadapi seperti bencana alam dan sebagainya.
2. Diperlukan Backup Data yang terintegrasi.
Penyeragaman data diperlukan karena diharapkan data dapat lebih efektif dan efisien sehingga penangannya lebih mudah apalagi melalui suatu program yang memadai. Diperlukannya backup data adalah upaya untuk menyelamatkan dan menghimpun data dari berbagai masalah yang dihadapi seperti bencana alam dan sebagainya.
Mapilli --- Sejumlah 16 orang dari 3 (tiga) desa yakni Desa Rappang Barat Kec. Mapilli, Desa Beroangin Kec. Mapilli, dan Desa Bulo Kec. Bulo yang bakal calon menjadi kepala desa di Kabupaten Polewali Mandar Sulawesi Barat. Selain seleksi administrasi dan seleksi lainnya yang ditetapkan oleh Pemkab. Polewali Mandar, peserta juga diwajibkan atau menjadi syarat dalam pemilihan kepala desa adalah mengikuti seleksi uji baca tulis Al-Quran yang dilaksanakan di KUA Mapilli. Seleksi ini dilakukan sesuai Surat Penyampaian dari Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kab. Polman Tanggal 3 September 2012 Nomor 140/219/BPMPD, dan Surat Penyampaian Tindak Lanjut dari Kantor Kementerian Agama Kab. Polman Tanggal 5 September 2012, menyangkut memfasilitasi (membentuk tim penguji) bagi para bakal calon (bakal calon) kepala desa dengan memberikan surat keterangan “dapat baca tulis Al-Qur’an bagi pemeluk Agama Islam dan bagi pemeluk agama lain dapat baca tulis kitab sucinya.
Adapun kelengkapan berkas bagi balon kepala desa, yakni diantaranya; surat permohonan pencalonan yang ditandatangani di atas kertas bermaterai, daftar riwayat hidup, surat penyataan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, surat pernyataan setia kepada pancasila, UUD 1945, Cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945 dan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia serta pemerintah, surat pernyataan pengunduran diri bagi kepala desa atau pejabat kepala desa, surat pernyataan bersedia dicalonkan menjadi kepala desa, dan lain-lain. (selengkapnya tentang kelengkapan berkas bagi balon kepala desa dapat Anda lihat di Link Ini)
Pengujian baca tulis Al-Quran bagi balon kepala desa dari ketiga desa tersebut, KUA Mapilli telah membentuk Tim penguji yang sesuai dengan tupoksinya, yakni berasal dari Penyuluh Agama Islam (Pegawai Negeri Sipil). Dari hasil pengujian tersebut, peserta atau para balon kepala desa diberikan surat keterangan berupa sertfikat yang telah dibubuhi nilai berdasarkan kemampuannya baca tulis Al-Quran. Sehingga nantinya pihak peserta atau bakal calon kepala desa dapat mempergunakannya sebagaimana disebutkan sebagai syarat dalam kelengkapan berkasnya menjadi kepala desa nantinya.
Kepala KUA Mapilli (Ibrahim H, S.Ag) merespon dan menyambut baik pelaksanaan ini, seperti yang beliau ungkapkan di ruang kerjanya “Sebagai umat beragama, ujian tersebut sangat penting untuk menilai kemampuan, pengetahuan dan disiplin para bakal calon sehingga nantinya bila terpilih dapat menjadi pemimpin yang berpengetahuan sebagai panutan di tengah tengah masyarakat. Kepada para Tim Seleksi dan para calon kepala desa agar benar-benar dan serius menangani dan mengikuti seleksi ini.”. imbuhnya…
Pengujian baca tulis Al-Quran bagi balon kepala desa dari ketiga desa tersebut, KUA Mapilli telah membentuk Tim penguji yang sesuai dengan tupoksinya, yakni berasal dari Penyuluh Agama Islam (Pegawai Negeri Sipil). Dari hasil pengujian tersebut, peserta atau para balon kepala desa diberikan surat keterangan berupa sertfikat yang telah dibubuhi nilai berdasarkan kemampuannya baca tulis Al-Quran. Sehingga nantinya pihak peserta atau bakal calon kepala desa dapat mempergunakannya sebagaimana disebutkan sebagai syarat dalam kelengkapan berkasnya menjadi kepala desa nantinya.
Kepala KUA Mapilli (Ibrahim H, S.Ag) merespon dan menyambut baik pelaksanaan ini, seperti yang beliau ungkapkan di ruang kerjanya “Sebagai umat beragama, ujian tersebut sangat penting untuk menilai kemampuan, pengetahuan dan disiplin para bakal calon sehingga nantinya bila terpilih dapat menjadi pemimpin yang berpengetahuan sebagai panutan di tengah tengah masyarakat. Kepada para Tim Seleksi dan para calon kepala desa agar benar-benar dan serius menangani dan mengikuti seleksi ini.”. imbuhnya…
Mamuju – Wakil Gubernur Sulawesi
Barat, Aladin S Mengga, mengukuhkan empat Lembaga Keagamaan yang
dirangkaikan peringatan Malam Nuzul Quran 17 Ramadhan 1433 Hijriah.
Acara pengukuhan empat Lembaga ini dilaksanakan di gedung auditorium
pemprov Sulbar setelah dilaksanakan shalat Isya dan Tarwih secara
berjamaah di Mamuju, Senin.
Lembaga yang dikukuhkan ini masing-masing LPTQ (Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an) Sulbar yang dinahkodai Ismail Zainuddin yang juga menjabat sebagai Sekprov Sulbar, Pengurus PHBI (Panitia Hari Besar Islam) yang dipimpin langsung, Dr.Jamil Barambangi yang juga Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Sulbar.
Kemudian FKUB (Forum Kerukunan Ummat Beragama) yang dinahkodai, Sahabuddin Kasim mantan Kepala Kanwil Kemenag Sulbar dan pengurus BAZ (Badan Amil Zakat) Sulbar yang dinahkodai langsung, Ahmad Appa yang juga Kepala Biro Umum Sekprov Sulbar.
Dalam kesempatan itu, Wagub Aladin S Mengga, mengatakan, lembaga yang diresmikan kepengurusannya diharapkan mampu memberikan kontribusi positif dalam rangka pembinaan ummat pada masa kini dan yang akan datang.
“Empat organisasi ini memiliki ke istiwewaan karena pengurusnya dikukuhkan bertepatan pada malam mulia yakni 17 Ramadhan atau malam Nuzulul Quran,” kata dia.
Karena itu kata Aladin, empat pengurus diharapkan mampu bekerja optimal sesuai apa yang telah diamanatkan dalam kitab suci Al Quran.
“Jika kita bekerja sesuai petunjuk kitab suci Al Quran maka yakinlah kemuliaan itu akan datang,” tuturnya.
Ia menambahkan, juga diharaapkan tetap mampu bersinergi dengan pemerintah dalam rangka optimalisasi organisasi untuk kepentingan ummat manusia yang ada di daerah itu. (Ashar Hukmas)
Sumber: http://sulbar.kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=100747
Lembaga yang dikukuhkan ini masing-masing LPTQ (Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an) Sulbar yang dinahkodai Ismail Zainuddin yang juga menjabat sebagai Sekprov Sulbar, Pengurus PHBI (Panitia Hari Besar Islam) yang dipimpin langsung, Dr.Jamil Barambangi yang juga Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Sulbar.
Kemudian FKUB (Forum Kerukunan Ummat Beragama) yang dinahkodai, Sahabuddin Kasim mantan Kepala Kanwil Kemenag Sulbar dan pengurus BAZ (Badan Amil Zakat) Sulbar yang dinahkodai langsung, Ahmad Appa yang juga Kepala Biro Umum Sekprov Sulbar.
Dalam kesempatan itu, Wagub Aladin S Mengga, mengatakan, lembaga yang diresmikan kepengurusannya diharapkan mampu memberikan kontribusi positif dalam rangka pembinaan ummat pada masa kini dan yang akan datang.
“Empat organisasi ini memiliki ke istiwewaan karena pengurusnya dikukuhkan bertepatan pada malam mulia yakni 17 Ramadhan atau malam Nuzulul Quran,” kata dia.
Karena itu kata Aladin, empat pengurus diharapkan mampu bekerja optimal sesuai apa yang telah diamanatkan dalam kitab suci Al Quran.
“Jika kita bekerja sesuai petunjuk kitab suci Al Quran maka yakinlah kemuliaan itu akan datang,” tuturnya.
Ia menambahkan, juga diharaapkan tetap mampu bersinergi dengan pemerintah dalam rangka optimalisasi organisasi untuk kepentingan ummat manusia yang ada di daerah itu. (Ashar Hukmas)
Sumber: http://sulbar.kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=100747
Dalam rangka peningkatan mutu Sumberdaya Manusia (SDM) di Kabupaten
Polewali Mandar, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar mengadakan
kegiatan pembinaan penyuluh agama yang mayoritas dihadiri oleh tenaga honorer.
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu Tanggal 17 Juni 2012 di Aula Kantor
Kementerian Agama Kab. Polewali Mandar. Pembinaan ini dimaksudkan agar Penyuluh Agama Islam di Kab. Polewali Mandar benar-benar dapat memberikan informasi atau
pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat. Pelaksanaan kegiatan ini dibagi
menjadi 2 (dua) angkatan yakni Angkatan I sebaganyak 30 peserta dan Angkatan II
sebanyak 30 peserta. Menurut dari paparan panitia pelaksana kegiatan dalam hal
ini Pegawai Kantor Kementerian Agama Kab. Polewali Mandar, “Terdapat 92 orang penyuluh
agama di Polewali Mandar namun yang diundang sebanyak 60 orang (penyuluh agama
PNS dan Honorer) dari seluruh kecamatan di Kab. Polewali Mandar”. Ungkapnya...











